Yuki Cross - Vampire Knight 2

Wednesday, 16 November 2016

WISATA ALAM KOTA PALANGKARAYA

Kota Palangka Raya atau Palangkaraya adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Dahulu dikenal dengan Palangkaraja (1957-1972). Kota ini memiliki luas wilayah 2.400 km² dan berpenduduk sebanyak 220.962 jiwa dengan kepadatan penduduk rata-rata 92.067 jiwa tiap km² (hasil Sensus penduduk 2010). Sebelum otonomi daerah pada tahun 2001, Kota Palangka Raya hanya memiliki 2 kecamatan, yaitu: Pahandut dan Bukit Batu. Kini secara administratif, Kota Palangka Raya terdiri atas 5 kecamatan, yakni: Pahandut, Jekan Raya, Bukit Batu, Sebangau, dan Rakumpit.
Kota ini dibangun pada tahun 1957 (UU Darurat No. 10/1957 tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah) dari hutan belantara yang dibuka melalui Desa Pahandut di tepi sungai Kahayan. Palangka Raya merupakan kota dengan luas wilayah terbesar di Indonesia. Sebagian wilayahnya masih berupa hutan, termasuk hutan lindung, konservasi alam serta Hutan Lindung Tangkiling.

 mungkin banyak orang yang kurang tau wisata - wisata apa saja yang ada dikota palangkaraya
berikut ini ada beberapa wisata dipalangkaraya. yang bisa kalian kunjungi yang nggak kalah indah dengan wisata alam lainnya di indonesia :
  Wisata susur sungai
Ini adalah atraksi utamma yang wajib untuk di lakukan ketika berada di Kota Palangkaraya, ada kapal susur sungai yang berada di dermaga tugu pahlawan yang selalu siap untuk mengantarkan anda untuk menikmati keindahan panorama sungai Kahayan dan Rungan. Kapal wisata milik pemerintah ini berangkan setiap hari selama kurang lebih 3 jam sekali berangkat dengan minimun penumpang 25 orang. Selain itu juga ada kapal milik swasta namun lebih mahal karena pasarnya adalah wisatawan mancanegara, namun semua fasilitas di kapal ini full service, dari penjemputan hingga makan dan kamar tidur yang berada di dalam lambung kapal.
         Berkunjung ke Musium Balanga
Satu-satunya musium yang ada di Kota Palangkaraya ini adalah tempat yang paling cocok untuk di kunjungi bagi yang ingin mengetahui tentang adat dan budaya Suku Dayak. Dari proses kelahiran hingga upacara kematian di jelaskan dengan menarik dengan benda-benda yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari dipajang dalam kaca dan tampilan yang menarik, di lantai dua bahkan ada miniatur dari rumah betang dan rumah yang biasa digunakan ketika tinggal di  ladang selama berbulan-bulan oleh suku Dayak
   
Aburetum Nyaru Menteng
Di sinilah Orangutan yang telah menjadi korban dari lajunya deforestasi kembali di rehabilitasi untuk kembali ke alam liar, di sini bawah yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation mereka di ajarkan kembali bagaimana menjadi Orangutan yang seutuhnya, bagaimana cara naik pohon, membuat sarang hingga mengenali predator yang ada di di sekitarnya. Namun pengunjung hanya diperbolehkan untuk masuk ke pusat informasi dan hanya melihat mereka di kandang besar dari balik kaca, di pusat informasi ini kita juga diputarkan video ketika pelepasliaran dan film pendek tentang orangutan yang menjadi peliharaan hingga kembali ke hutan. Pusat  infomasi ini hanya buka pada hari sabtu dan minggu, diluar itu bagi yang ingin berkunjung harus mengurus di BKSDA setempat.
   Danau Tahai

Tak jauh dari dari Aburetum Nyaru Menteng ada sebuah danau berair hitam yang telah dibangun di atasnya jembatan kayu yang pas untuk foto-foto, juga tersedia beberapa tempat untuk bersantai santai menikmati panorama sekeliling yang masih dikelilingi oleh hutan gambut. Bagi yang ingin mencoba aktifitas lain juga ada bebek-bebekan yang tinggal dikayuh untuk berkeliling danau.
Bukit Tangkiling
 
Diperlukan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai puncak bukit ini, setiba dipucak panorama hijaunya hutan Kalimantan berhiaskan sungai yang meliuk-liuk adalah bonus yang bisa kita nikmati. Waktu terbaik untuk mendaki bukit yang berupa batu-batu ini adalah di pagi hari ketika kabut tipis masih menutupi daerah sekitarnya sehingga kita tampak seperti berada di atas awan, atau di sore hari ketika matahari kembali ke peraduannya, sunset di Bukit Tangkiling adalah salah satu sunset terindah yang bisa dinikmati.
 Sungai Berbatu sei gohong


Hasil gambar untuk sungai berbatu palangkaraya
Turun dari Bukit Tangkiling anda bisa menuju desa Sei Gohong yang berada di bawah bukit, desa ini dibelah oleh sebuah sungai yang airnya berwarna merah kehitaman. Ada bagian yang berbatu dan berlumut sehingga pas untuk berseluncur dan berendam untuk menghilangkan lelah setelah mendaki bukit.
Danau Tahai’i

Hasil gambar untuk danau tahai
Walaupun namanya mirip dengan danau tahai sebelomnya, namun yang satu ini sama sekali berbeda dengan yang sebelumnya, untuk meuju ke sana kita terlebih dahulu melalui labiri sungai kecil dengan pepohonan yang masih rapat. Pasir putih yang menghampar merupakan tempat yang pas untuk mendirikan tenda dan danaunya yang tidak terlau luas namun berair bersih sangat menyegarkan untuk berenang. Lebih lanjut tentang Danau tahai’i bisa dibaca di sini (Link).


Pulau kaja
 Gambar terkait

Pulau kaja adalah pulau pra pelepasliaran Orangutan yang telah lulus “Sekolah Hutan” di pusat rehabilitasi BOSF, di sinilah mereka untuk pertama kalinya dengan bebas bergelayut dari satu pohon ke pohon lainya. Walau begitu, mereka masih di beri makan setiap harinya karena persediaan buah-buahan yang terbatas di pulau ini. Karena Pulau ini bukan tempat wisata, jadi ada beberapa peraturan yang harus di patuhi oleh pengunjung seperti dilarang untuk naik ke pulau dan berinteraksi dengan Orangutan,menjaga jarak maksimal 10 meter serta dilarang mengambil foto Orangutan dengan camera profesional. Pulau Kaja hanya boleh di kunjungi pada hari Sabtu, Minggu, Selasa dan Kamis

Taman Kota
 
Ada dua taman yang bisa dijadikan alternatif untuk bersantai dan bergaul di Palangkaraya. Yang pertama adalah taman kota yang terletak di dekat kantor gubernur, taman ini bisanya rame ketika sore dan malam hari. Relief perjuangan bangsa Indonesia dari jaman penjajahan hingga jaman kemerdekaan menghiasi temboknya, di bagian tengah, tirai air membelah taman menjadi dua bagian. Yang kedua adalah taman Tugu Sukarno, di sebut Tugu Sukarno karena di sinilah pertama kalinya dipancangkan pembangunan Kota Palangkaraya oleh presiden pertama republik Indonesia dan disiapkan sebagai ibukota negara.
Sungai Kahayan
  Berkas:Kota Palangkaraya Sungai Kahayan.jpg
Setiap sore, di tiga pelabuhan sungai utama yang ada di Kota Palangkaraya selalu di penuhi oleh masyarakat baik itu untuk sekedar bersantai ataupun memancing, tak lupa pula para penjaja makanan yang datang untuk menawarkan dagangannya kepada para warga yang haus atau sekedar pengen menikmati gorengan sambil menatap sunset. Tiga pelabuhan yang biasanya menjadi tongkrongan adalah Pelabuhan Tugu Sukarno, Pelabuhan Flamboyan dan Pelabuhan Rambang.
Taman Nasional Sebangau

Taman nasional ini memang kalah terkenal dengan tetangganya Taman Nasional Tanjung Puting, namun ternyata di sini ada sekitar 6500 Orangutan liar yang tersebar di area hutan rawa gambut yang mendominasi kawasan ini. Menurut petugas di Taman Nasional sangat mudah untuk bertemu dengan Orangutan ketika sedang trekking atau menyusuri sungai dengan kelotok, terkadang mereka hanya bergelantungan di atas pohon di tepi sungai. Keunikan lainnya adalah hutan nipahnya yang cukup luas dan berliku-liku, menyusuri tempat ini dengan longboat atau kelotok adalah salah satu sensasi tersendiri yang tidak bisa didapatkan di tempat lain.
 
nah sekian tempat wisata yang bisa aku rekomendasikan bila kalian berlibur ke palangkaraya.
Sampai ketemu lagi di post selanjutnya^^